Indonesians
Twenty Somethings
Like Basket, Soccer, Books, East Asia (China, Japan, and Korea)
Can’t Handle Problems Myself..
Ya jadi waktu malam menjelang hari ulang tahun gw, syalala marah sama gw yang selalu murung. Karena ga bisa pulang dan ga bisa nonton Laruku. Memang sedih banget, karena salah satu band yang pengen banget gw tonton waktu adalah Laruku kalo jadi datang ke Indonesia. Tapi kenyataan berbeda banget dengan keinginan, gw ga bisa karena terhalang kerja.
Karena itu juga gw jadinya galau berkepanjangan yang membuat syalal jenuh ngadepin gw. Jadinya gw terus yang selalu dia tenangin, sedangkan gw tidak bersikap sebaliknya ke dia. Padahal dia juga lagi kebingungan belum dapet kerjaan baru setelah dia tidak melanjutkan kontraknya di tempat kerjanya yang lama.
“Kata-kata yang menohok banget adalah urusan masalah gw sendiri, sebelum ngurusin urusan orang lain. Dia nanti akan baik-baik saja jadi ga usah dipikirin. “
Ya mungkin gw belum siap mental menerima kata-kata dia ini. Karena gw jadi mikir mungkin apa emang gw belum bisa meng-handle masalah gw sendiri kali ya, gw selalu berpikir positif saja. Jadinya gw agak males ngeluh lagi kalo kayak gini jadinya. Karena dia juga agaknya terkesan sombong dengan pernyataan seperti itu. Semoga bukan itu yang dimaksudkan.
When we pass by another person without telling them we love them it’s cruel and wrong and we all know this.
Dave Eggers, You Shall Know Our Velocity! (via anditslove)
(Source: bookmania)
Sadness
Jadi sambungan dari postingan gw sebelumnya tentang kesedihan gw itu. Ternyata membawa kejenuhan bagi syalala. Dari yang awalnya support sampe dia akhirnya marah ke gw karena kayak ga bisa nerima kenyataan yang ada. Dengan nada dan bahasa yang khas. Keras. Namun mengena memang dan benar.
Di satu sisi, sempet bete juga. Orang lagi sedih tapi malah dimarahin. Tapi di sisi lain memang apa yang dia katakan itu memang tidak dapat dipungkiri adalah hal yang benar. Pada akhirnya, gw berterima kasih kepada dirinya.
Terima kasih dearest. :*



